Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 di Kab. Pasaman Berjalan Aman & Lancar

Lubuk Sikaping – Pesta demokrasi yang diselenggarakan sekali dalam lima tahun dalam rangka memilih presiden Republik Indonesia periode 2014 – 2019 kembali digelar secara serentak

diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 9 Juli 2014 mulai pukul 07.00 waktu setempat.Di Kabupaten Pasaman, pesta demokrasi tersebut disambut secara sukacita meskipun berdasarkan data hasil penghitungan perolehan suara masing-masing calon presiden dari beberapa TPS di Pasaman diperkirakan tingkat partisipasi pemilih tidak sebesar saat pelaksanaan Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD tanggal 9 April 2014. Persiapan yang telah dilaksanakan jajaran KPU Kabupaten Pasaman menjelang hari pemungutan dan penghitungan suara dirasakan cukup memuaskan, hal ini terbukti dari tidak adanya kendala yang berarti yang ditemui, khususnya terkait ketersediaan/kelengkapan logistik pemilu di Tempat Pemungutan Suara (TPS), demikian disampaikan Koordinator Divisi Logistik, Keuangan dan BURT KPU Kabupaten Pasaman, Ajriaman, ST di ruang kerjanya.

Pada kesempatan yang berbeda, Ketua KPU Kabupaten Pasaman, Jajang Fadli, S. Pt., menyampaikan bahwa dalam upaya mengantisipasi hal-hal yang dapat mengurangi kualitas penyelenggaraan pemilu presiden dan wakil presiden, seluruh anggota KPU Kabupaten Pasaman yang didampingi sekretariat melakukan monitoring di seluruh wilayah Kabupaten Pasaman sesuai wilayah kerja masing-masing. Senada dengan yang disampaikan Koordinator Divisi Logistik, Keuangan dan BURT, bahwa selama monitoring diketahui bahwa berkat dukungan seluruh pihak terkait, proses pemungutan dan penghitungan suara di TPS berjalan secara aman, tertib dan lancar serta sesuai ketentuan yang berlaku.

Partisipasi pemilih merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, menyadari hal tersebut, berbagai upaya dilakukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dalam rangka menarik minat pemilih untuk mendatangi TPS. Salah satu kreativitas yang ditunjukkan KPPS yakni pada TPS 04 Pasar Simpang Nagari Simpang Kecamatan Simpang Alahan Mati Kabupaten Pasaman. TPS tersebut didekorasi menyerupai pelaminan minangkabau, dan petugas KPPS mengenakan pakaian adat setempat. TPS unik tersebut tidak terlepas dari pantauan Koordinator Divisi Perencanaan dan Teknis Pemilu KPU Kabupaten Pasaman, Rodi Andermi, yang juga merupakan salah satu tokoh masyarakat (adat) di Nagari Simpang. Pada waktu yang bersamaan, Bupati Pasaman juga melakukan monitoring di tempat yang sama. Bupati Pasaman, Bapak Benny Utama,  menyambut positif apa yang dilakukan KPPS pada TPS 04 tersebut, dan berharap TPS lainnya juga dapat melakukan hal yang sama sehingga diharapkan mampu menarik minat pemilih untuk mendatangi TPS dan mencoblos pilihannya sebagai wujud pelaksanaan demokrasi di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

You may also like...